<strong>Menanti Harapan Baru di Awal Tahun</strong>

Menanti Harapan Baru di Awal Tahun

Read Time:2 Minute, 13 Second
<strong>Menanti Harapan Baru di Awal Tahun</strong>

Art Xchange Gallery kembali menggelar pameran seni rupa New Hope sebagai refleksi harapan baru yang cerah setelah menghadapi masa-masa sulit beberapa tahun terakhir. 

Art Xchange Gallery (AXG) bekerja sama dengan Galeri Nasional Indonesia (Galnas) menyelenggarakan pameran seni rupa dengan mengusung tema New Hope. Pameran tersebut berlangsung pada 4–23 Februari 2023 di Gedung A Galeri Nasional Indonesia, Jakarta Pusat. Ekshibisi ini menampilkan 133 karya seni rupa dua dimensi dan tiga dimensi dari 30 seniman Indonesia dan mancanegara. 

Pengunjung tidak dikenakan biaya untuk melihat pameran temporer ini. Registrasi dilakukan melalui tautan yang disematkan pada akun Instagram @galerinasional dan kode batang akan diberikan untuk registrasi di tempat. 

Saat memasuki gedung, mata disuguhkan dengan beberapa karya rupa dan tulisan kuratorial mengenai pameran “New Hope”. Setiap ruangan mengandung pesan yang berkesinambungan sehingga mengundang apresiator merespons kembali karya yang ditampilkan. Lalu, terdapat para pemandu yang akan membantu pengunjung memahami makna setiap karya. 

Wahyu selaku panitia pameran menjelaskan tema New Hope ditaja untuk menjawab kejenuhan berkarya rupa dengan material yang tidak ada pembaharuan. Melihat material dan teknik dari karya yang ditampilkan, ujar Wahyu, memberikan harapan baru bagi para pelaku dan penikmat seni yang gejolaknya sempat menurun karena pandemi. “Pameran ini adalah isyarat bahwa seni rupa di Indonesia masih baik-baik saja,” ungkapnya, Minggu (12/02). 

Wahyu juga memaparkan pameran ini bertujuan untuk membuktikan bahwasanya material untuk berkarya sudah tidak terbatas. Menurut Wahyu, banyak teknik yang bisa digunakan untuk memanfaatkan material-material yang ada di sekitar menjadi sebuah karya sesuai gagasan yang ingin disampaikan. 

Lukisan R. Sumantri MS, ungkap Wahyu, menjadi sorotan utama di pameran. Wahyu mengungkapkan, karya Sumantri yang mengangkat budaya lokal yang dicitrakan melalui akulturasi budaya populer menjadi kenangan pada sosoknya yang telah tiada. Selain itu juga, menurutnya, karya Wisnu Ajitama dan I Made Santika Putra banyak mencuri perhatian pengunjung. “Sederhana dan menyentuh apresiator jadi nilai tambah suatu karya,” pungkasnya, Minggu (12/2). 

Michael, salah satu pengunjung dari Banten mengaku pameran New Hope merupakan pameran pertama yang ia kunjungi. Michael mengatakan beberapa karya yang disuguhkan menarik antusiasnya dan ia mengabadikannya melalui foto. Menurut Michael, karya Rawraw berjudul “Autumn Flower” merupakan karya yang paling mencuri perhatiannya. “Lukisannya ditambah lagi supaya lebih bervariasi dan tidak kelihatan sedikit,” harapnya, Minggu (12/2). 

Dini, pengunjung dari Bekasi mengaku sering menghadiri pameran seni dan memantau informasi pameran seni melalui media sosial. Pameran New Hope, jelas Dini, menampilkan karya yang berbeda dari setiap sudut ruangan. Dini juga mengatakan, spektrum warna dari karya dari Marisa R Ng berjudul “Acrylic on Canvas” sangat menarik di matanya. “Saya berharap para penikmat seni Indonesia lebih menghargai karya para seniman,” ujar Dini, Minggu, (12/2).

Reporter: WMA

Editor: Febria Adha Larasati

Happy
Happy
100 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %
Janji Untuk Mahasiswa Usai Aksi Previous post Janji Untuk Mahasiswa Usai Aksi
Menjaga Speelwijk Tetap Ada Next post Menjaga Speelwijk Tetap Ada