
Puluhan karya seni kontemporer dipamerkan di City Gallery Tangerang Selatan dalam Art Exhibition Nomad and Nowhere. Pameran ini mengajak pengunjung memahami perjalanan hidup dan identitas manusia melalui berbagai medium seni.
Puluhan karya seni kontemporer dipamerkan dalam Art Exhibition Nomad And Nowhere yang digelar di City Gallery, Tangerang Selatan. Pameran ini dibuka untuk umum sejak Senin, (16/2) sampai Jumat, (27/2). Pameran yang dikuratori oleh Hilmi Fabeta dan Mukafi Solihin ini menampilkan karya dari sembilan seniman, yakni Bayu Aji, Cia Kia, Edi Bonetski, Ifan Shano, Nurdin Prio Utomo, Rzeal, Sir Dandy, Soni Satria, dan Yemaya Ijsendoorn.
Hilmi Fabeta, salah satu kurator Art Exhibition Nomad And Nowhere menjelaskan, pameran ini menghadirkan beragam medium seni rupa kontemporer. “Di dalam pameran menampilkan berbagai macam medium, ada painting, objek, instalasi, dan video art,” ujar Hilmi,Senin (16/2).
Hilmi Fabeta pun melanjutkan, tema Nomad And Nowhere diangkat dari gagasan tentang perjalanan hidup dan pertemuan antarmanusia yang membentuk pengalaman serta pemaknaan diri. Melalui gagasan tersebut tersebut, para seniman menampilkan pengalaman mobilitas, relasi antarmanusia, serta pencarian identitas diri ke dalam karya visual yang sarat simbol. Pengunjung dapat melihat bagaimana pengalaman personal dan sosial diolah menjadi berbagai bentuk artistik melalui medium lukisan, objek, instalasi, dan video.
“Setiap dari kita sesungguhnya bertemu satu sama lain dan menciptakan berbagai kisah, ada pertemuan, ada perpisahan. Hal itu dimaknai sebagai bagian dari spiritualitas dan perihal eksistensialisme yang kemudian diresapi seniman dan dituangkan dalam karya,” sambungnya.
Pameran Nomad and Nowhere dimeriahkan dengan pembukaan berupa performance art oleh Cia Kia, salah satu pameris yang disajikan sebagai bagian dari penyampaian pesan kepada pengunjung. Berbagai instalasi, objek seni, lukisan, hingga karya video ditampilkan dengan cara yang saling melengkapi, sehingga pengunjung tidak hanya melihat karya, tetapi juga merasakan suasana dan pesan yang ingin disampaikan. Melalui pengalaman melihat, berjalan di antara karya, serta menyimak detail visual yang ditampilkan, pengunjung diajak memahami cerita tentang perjalanan hidup manusia, pertemuan dengan orang lain, serta pencarian jati diri yang terjadi dalam kehidupan sehari-hari.
Raja, pengunjung asal Tangerang Kota mengaku terhubung dengan narasi yang dihadirkan para seniman. Ia berharap, kegiatan serupa terus berkembang agar semakin banyak anak muda di Tangerang Selatan tertarik mendekati seni rupa
“Pembawaan pameran ini dengan cerita yang dibawa seniman sangat masuk dengan saya. Saya juga menyerap rasa yang baru, kultur yang berbeda. Harapan saya, ke depan makin banyak generasi muda yang tergerak untuk mengenal dan merasakan pengalaman dari seni rupa,” ujar Raja, Senin (16/02).
Reporter: PF
Editor: Naufal Fauzan
