Urgensi Literasi Media Jelang Pemilu

Read Time:2 Minute, 15 Second

Menjelang tahun pemilu 2024, Fdikom  UIN Jakarta mengadakan seminar nasional bertemakan literasi media dan politik. Hal ini menjadi gebrakan yang dilakukan oleh Dekan baru Fdikom. 

Fakultas Dakwah dan Ilmu Komunikasi (Fdikom) Universitas Islam Negeri (UIN) Syarif Hidayatullah Jakarta, mengadakan seminar nasional dengan tema “Literasi Media dan Politik Jelang Pemilu 2024: Mitigasi Konflik Sara dan Penguatan Partisipasi Warga”. Acara ini diselenggarakan di Auditorium Harun Nasution UIN Jakarta, Selasa (23/5). Sivitas akademika dan masyarakat umum pun menghadiri seminar secara daring melalui platform youtube. 

Acara yang dilakukan dari pukul 08.00–15.30 WIB terbagi dalam dua sesi. Sesi pertama diisi oleh Mohammad Mahfud MD selaku Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menko Polhukam), Hasyim Asy’ari selaku Ketua Komisi Pemilihan Umum, Asep Saepudin Jahar sebagai Rektor UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, dan Hermawan Sulistyo sebagai Pakar Konflik dan Keamanan.

Kemudian, pada sesi kedua turut hadir narasumber yang memiliki latar belakang linier dengan tema besar yang diusung. Ketua Komisi Penyiaran Indonesia Ubaidillah, Ketua Dewan Pers Ninik Rahayu, Dekan Fdikom Gun Gun Heryanto, Komisioner KPI Pusat Evri Rizqi Monarsih, dan Ketua Asosiasi Prodi Komunikasi dan Penyiaran Islam (Askopis) Mohammad Zamroni berhasil mewarnai seminar literasi politik. 

Seminar nasional ini menjadi kerja sama antara Fdikom UIN Jakarta dengan Komisi Pemilihan Umum (KPU), ASKOPIS dan penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) antara Fdikom UIN Jakarta dengan Komisi Penyiaran Indonesia Pusat.

Mohammad Mahfud MD yang menjadi keynote speaker menyayangkan kondisi pers yang saat ini sudah banyak berafiliasi dengan politik. Ia juga mengatakan, banyak media memuat judul yang tak sesuai dengan isi berita di mana hal tersebut tidak sehat dan mengganggu jalannya pemilu. “Saya mengajak kepada kalian semua, mari kita jaga pemilu melalui literasi politik dan media dengan benar,” katanya, Selasa (23/5). 

Ketua Pelaksana Seminar, Deden Mauli Darajat mengatakan seminar nasional ini merupakan gebrakan dari Dekan baru Fdikom. Ia pun menjelaskan tujuan seminar untuk mengedukasi masyarakat terkait literasi politik dan media. Keterampilan dalam menganalisis berita hoaks jelang pemilu dapat mencegah polarisasi di masyarakat. “Harapannya masyarakat dapat berpartisipasi aktif dalam pemilu tahun 2024 nanti,” jelasnya, Selasa (23/5). 

Ketua Komisi Penyiaran Indonesia, Ubaidillah menjelaskan memasuki tahun pemilu banyak lembaga penyiaran menayangkan tontonan berbau politik. Oleh karena itu, KPI melakukan pengawasan ketat menjelang pemilu.. “ Kami bekerja sama dengan KPU, Bawaslu, dan Dewan Pers terkait pengawasan dan pemantauan kampanye di lembaga penyiaran,” ujarnya, Selasa (23/5). 

Ketua Dewan Pers, Ninik Rahayu mengatakan pers kampus memiliki peran penting dalam mengontrol dan mengedukasi kampus. Lebih lanjut, dewan pers saat ini sedang membuat regulasi untuk memastikan bahwa kampus menjadi bagian literasi yang harus diberikan perlindungan. “Mahasiswa yang tergabung dalam pers harus dilindungi,” pungkasnya, Selasa (23/5).  

Reporter: DR & WMA

Editor: Muhammad Naufal Waliyyuddin

Happy
Happy
50 %
Sad
Sad
50 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %
Previous post Lembaga Pers Mahasiswa dalam Risiko
Next post Lima Tahun Berselang, PTN BH Masih Berjuang