Minim Penerangan, Lampu Jalan Hanya Pajangan

Read Time:2 Minute, 19 Second

Keresahan warga menjelang malam hari ditimbulkan karena tidak berfungsinya PJU. Para pejalan kaki diharuskan berhati-hati karena minimnya penerangan.


Lampu Penerangan Jalan Umum (PJU) di Jalan Haji Juanda, Ciputat, Tangerang Selatan (Tangsel) tidak berfungsi. Terutama di sepanjang Jalan Depan Universitas Islam Negeri (UIN) Syarif Hidayatullah Jakarta dari arah pintu masuk menuju Jalan Pesanggrahan. 

Lampu yang seharusnya berfungsi sebagai penerang jalan, nyatanya hanya sebuah pajangan semata. Matinya lampu PJU itu membuat orang-orang yang ingin menyebrang jalan harus berhati-hati karena kurangnya penerangan. 

Fiqa, salah satu petugas Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Tangsel mengatakan, akan terus berupaya untuk melayani masyarakat terutama tentang PJU. Ia juga menjelaskan bahwa di tahun 2023 ini Dishub Kota Tangsel akan mengadakan Program Tangsel Terang. “Nanti ada sekitar dua ribu lampu PJU yang akan dipasang di sepanjang Jalan Kota Tangsel,” jelas Fiqa, Jumat (26/5). 

Lanjut, Fiqa menjelaskan untuk lampu PJU yang mati akan dipelihara oleh seksi pemelihara, dan akan dicek oleh teknisi. Ia juga mengatakan bahwa Dishub Tangsel terus memaksimalkan pelayanan yang terbaik untuk masyarakat. “Kami akan memberikan pelayanan pengaduan, terutama masalah lampu PJU ini,” ujar Fiqa, Jumat (26/5). 

Firgi Yanto atau sering disapa Pak Ogah—orang yang membantu pengendara putar balik di persimpangan jalan depan UIN Jakarta, turut resah dengan matinya lampu PJU. Ia mengaku pernah melihat seorang yang terserempet saat ingin menyebrang jalan. “Pernah ada orang keserempet saat mau nyebrang, salah satu penyebabnya, karena minimnya penerangan di jalan,” kata Firgi, Rabu (31/5). 

Salah satu mahasiswi dari Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Kalacitra, Asla Lupanda mengungkapkan keresahannya terkait lampu PJU. Sebagai mahasiswa organisasi yang suka pulang malam, Asla kerap takut saat ingin menyebrang jalan. Ditambah banyak pengendara yang suka ngebut bawa kendaraannya. “Aku kan suka pulang malam, jadi kalau mau nyebrang suka takut,” jelas Asla, Rabu (31/5). 

Sadida Azka, satu di antara pejalan kaki mengeluhkan kurangnya penerangan yang ada di jalan depan UIN Jakarta. Ia mengungkapkan, lampu PJU yang mati membuat orang sekitar yang ingin menyebrang jalan menjadi kesusahan. “Kan gelap ya, jadi kalau mau nyebrang tuh suka takut duluan,” kata Sadida, Senin (29/5). 

Widia Hafifah dari jurusan Komunikasi Penyiaran Islam (KPI), merupakan salah satu korban tabrakan saat ingin menyebrang jalan. Ia mengatakan, sebab minimnya penerangan di jalan, membuatnya kesulitan ketika menyebrang, terlebih jika ada kendaraan yang mengebut dari arah kirinya. “Waktu itu tinggal beberapa langkah lagi, tapi udah mau di ujung jalan tiba-tiba saja ada motor ngebut, jadi kakiku luka-luka karena motor itu,” jelas Widia, Rabu (31/5). 

Lanjut, Widia berharap Dishub Kota Tangsel segera memperbaiki lampu jalan yang mati. Dan zebra cross segera dibuat di sekitar UIN Jakarta. “Ya harapannya, lampunya bisa segera diperbaiki, kan untuk keselamatan kita juga saat ingin menyebrang,” ujar Widia, Rabu (31/5). 

Reporter: DR

Editor: Ken Devina 

Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %
Previous post Langkah Tokoh Muslimah Reformis
Next post Lestarikan Sastra dan Drama Lewat Pekan Apresiasi