Merawat Lingkungan Melalui Lecture Program 

Merawat Lingkungan Melalui Lecture Program 

Read Time:3 Minute, 10 Second
Merawat Lingkungan Melalui Lecture Program 

Menghadapi krisis lingkungan yang semakin nyata, Himbio UIN Jakarta menggelar Lecture Program FOLU Net Sink 2030. Kegiatan ini menjadi wadah edukasi sekaligus ajakan bagi generasi muda untuk lebih peduli terhadap kelestarian alam.


Himpunan Mahasiswa Biologi (Himbio) Universitas Islam Negeri (UIN) Syarif Hidayatullah Jakarta menggelar acara Lecture Program Forestry and Other Land Use (FOLU) Net Sink 2030 dengan tajuk “Menjaga Hulu, Menyelamatkan Hilir: Peran Generasi Muda dalam Memperbaiki Krisis Lingkungan”. Mengutip dari Folunc-id.org, FOLU Net Sink 2030 merupakan target kondisi yang ingin dicapai melalui berbagai mitigasi untuk menurunkan emisi Gas Rumah Kaca (GRK) diberbagai sektor kehutanan dan lahan. Acara tersebut dilaksanakan di teater lantai dua Fakultas Sains dan Teknologi (FST) UIN Jakarta pada Sabtu (20/6).

Acara dimulai dengan diskusi publik oleh akademisi dan praktisi lingkungan guna membahas cara yang bisa dilakukan untuk mencapai target FOLU Net Sink 2030. Diskusi itu menghadirkan Apnaeni Henry Winarcahyo selaku Kepala Seksi Pengelolaan Taman Nasional (PTN) Wilayah VI Balai Besar Taman Nasional (BBTN) Gunung Gede Pangrango, Mega Ratnasari Pikoli sebagai Guru Besar Mikrobiologi Lingkungan UIN Jakarta, serta Jefrri Ricardo selaku Public Affair and Sustainability Sr. Manager PT Tirta Investama sebagai narasumber. 

Pada saat pemaparan materi diskusi, Jeffri mengatakan ada berbagai cara agar masyarakat dapat berperan dalam aksi lingkungan. Salah satunya masyarakat dapat menggunakan produk-produk yang mendukung pengelolaan lingkungan. “Jika tidak bisa terlibat secara langsung ke dalam aksi lingkungan, maka alternatif yang bisa diambil adalah memilih produk-produk yang mendukung pengelolaan lingkungan,’’ ujar Jeffri, Sabtu (20/6).

Acara dilanjutkan dengan praktik pembuatan pupuk kompos, dan praktik penanaman pohon dengan metode berkelompok. Praktik itu sebagai langkah nyata acara tersebut untuk mendukung Indonesia mewujudkan FOLU Net Sink 2030. Aksi lingkungan itu dilakukan oleh berbagai elemen masyarakat, yakni ibu-ibu Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (PKK), siswa Sekolah Menengah Atas (SMA), dan mahasiswa.

Ketua Pelaksana Lecture Program 2026, Muhammad Rafi Al Gifari menjelaskan tujuan acara lecture program adalah sebagai bentuk pengabdian masyarakat yang termasuk  agenda tahunan dari kelompok studi di bawah naungan FST. “Jadi ketika kita pendidikan ada yang namanya kelas konservasi, penelitiannya kita ada eksplorasi ke alam, dan pengabdian masyarakatnya melalui lecture program ini,” ucapnya, Sabtu (20/6).

Rafi juga mengungkapkan, pengambilan tema acara tersebut berasal dari diskusi antar lembaga, yakni Badan Pengelola Dana Lingkungan Hidup (BPDLH), Kementerian Kehutanan (Kemenhut), dan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK). Mereka menawarkan tiga tema utama, FOLU Goes to School, FOLU Terra, dan FOLU Biodiversity. “Mereka punya poin-poin yang harus disamakan ketika kita mengajukan proposal kegiatan. Dari tiga tema itu menurut kami yang cocok adalah FOLU Goes to School,” ujarnya

Naufal Janfawwaz Wijantono, Siswa Sekolah Menengah Atas (SMA) 2 Mei memberikan apresiasinya terhadap kegiatan Lecture Program. Menurutnya, program tersebut menghadirkan pemateri yang kompeten sehingga acara berjalan menyenangkan. Naufal menilai, penyampaian materi yang baik meningkatkan minatnya untuk mengikuti kegiatan sampai akhir tanpa bosan meski ia baru pertama kali mengikuti lecture program. “Jujur asyik acaranya, apalagi pemateri yang sangat menguasai materi jadi lebih mudah untuk dipahami,” ujar Fawwaz, Sabtu, (20/6).

Selaras dengan Fawwaz, siswa Sekolah Menengah Atas Negeri (SMAN) 4 Tangerang Selatan, Rizki Aser Ramadhan mengaku baru pertama kali mengikuti Lecture Program. Rizki menilai program tersebut tidak hanya memberikan wawasan baru terhadap dirinya sebagai siswa, tetapi juga menumbuhkan kepedulian Rizki terhadap lingkungan. Menurutnya, acara ini dapat mengedukasi masyarakat yang tidak memahami pentingnya lingkungan, salah satunya masyarakat yang membuang sampah tidak pada tempatnya sehingga menyebabkan banjir. 

“Sebenarnya benar-benar berguna  kegiatan ini, dan saya senang banget dengan kegiatan ini karena disini saya diajarkan untuk melindungi lingkungan,” ujar Rizki, Sabtu (20/6).

Rizki berharap ilmu yang ia peroleh dari acara ini dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-harinya, serta semakin banyak pula masyarakat yang memiliki kesadaran untuk menjaga lingkungan. “Semoga orang-orang yang di luar sana juga sadar akan lingkungan dan menjaga kelestarian lingkungannya,” pungkasnya. 

Reporter: Irsal Nurvikriyansah, Muhammad Firda Hasan
Editor: Cindy Seviona Azahra

Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %
AJI Jakarta Sorot Represi Atas Jurnalis dan Persma Previous post AJI Jakarta Sorot Represi Atas Jurnalis dan Persma