Jalin Keberagaman Lintas Budaya Internasional

AIESEC UIN Jakarta berhasil menghadirkan kembali festival budaya Global Village, untuk mempertemukan budaya lokal dan internasional, guna mendukung penguatan keberagaman lintas budaya dan kewirausahaan. 


Lembaga Otonom (LO) Association Internationale des Étudiants en Sciences Économiques et Commerciales (AIESEC), Universitas Islam Negeri (UIN) Syarif Hidayatullah Jakarta menggelar festival Global Village Summer Peak pada Sabtu (15/9) di Gedung Teater Bulungan, Blok M, Jakarta Selatan. 

Global Village merupakan salah satu rangkaian festival budaya internasional tahunan pertukaran lintas budaya, pengenalan tradisi, dan peningkatan toleransi global yang  diadakan selama tiga bulan dan acara puncaknya diadakan selama dua kali dalam setahun, dengan tajuk Global Village Winter Peak pada Februari dan Global Village Summer Peak pada Agustus. 

Kegiatan tersebut dimeriahkan oleh serangkaian acara seperti parade Exchange Participant (EP). Dalam parade itu, para EP atau pemuda-pelajar internasional yang sedang mengikuti program pertukaran atau kerelawanan di negara tuan rumah untuk memamerkan identitas nasional mereka layaknya sebuah karnaval, diwakili oleh pemuda internasional dari Kazakhstan, China, Polandia, Thailand, dan Pakistan. 

Lebih lanjut, kegiatan acara meliputi penampilan seni, seperti pentas tari, menyanyikan lagu lokal tiap negara, dan penyelenggaraan lokakarya yang berfokus pada Sustainable Development Goals (SDGs). Misalnya dengan membuat penganyaman bambu sebagai tempat pensil guna memiliki nilai untuk dijual. 

Ketua Pelaksana  Global Village Summer Peak 2026, Karina Azahra mengungkapkan, kegiatan itu mengusung tema “Open Horizons: Global Exposure for Future Entrepreneurs”. Berfokus pada isu SDGs dalam poin tujuan yang kedelapan tentang mendukung pertumbuhan ekonomi yang kuat, merata, dan berkelanjutan, serta memastikan setiap orang mendapatkan kesempatan kerja yang produktif dan layak.

“Jadi, untuk tema acara ini kita mendukung SDGs poin nomor delapan, yaitu kewirausahaan. Kita ingin membangun kerangka berpikir kewirausahaan yang mana para peserta tidak hanya belajar melalui penyampaian oleh pemateri, tetapi peserta juga dapat memahami cara untuk menganyam dan mengekspor produk yang telah dipelajari,” terang Karina, Sabtu (15/9).

Karina menambahkan, Global Village Summer Peak di tahun ini memiliki cakupan internasional. Maka dari itu, diperlukan mendatangkan narasumber yang kompeten untuk memberikan pemahaman pendidikan dan kebudayaan internasional, salah satunya menghadirkan Adrian Putra Rayana, selaku Manajer Proyek Rumah Rusia di Indonesia untuk menyampaikan materi utama.

”Jadi sebenarnya memang Global Village merupakan agenda internasional, maka kita juga menghadirkan pihak dari United Nations Association Indonesia (UNAI) untuk menyampaikan hal-hal penting seperti perdamaian yang telah disampaikan tadi, kurang lebih begitu,” ujarnya. 

Lebih lanjut, ia berharap acara itu dapat memberikan pemahaman keberagaman budaya untuk saling mengerti dan tidak ada menghakimi meskipun dengan latar belakang budaya yang berbeda.

Mahasiswa baru Fakultas Psikologi UIN Jakarta, Ahmad Fauzi Muflihudin mengungkapkan, Global Village Summer Peak 2026 merupakan festival budaya internasional tahunan pertama yang diikutinya. Oleh karena itu, ia mengaku antusias menyambut penyelenggaraan kegiatan tersebut.

“Saya harap saya bisa lebih berani untuk menyuarakan isi pikiran saya dan lebih berani untuk memulai percakapan. Saya juga mengharapkan memiliki kepercayaan diri untuk membangun relasi. Semoga di acara selanjutnya saya bisa lebih dari acara ini,” ucap Fauzi, pada Sabtu (15/9). 

Selaras dengan Fauzi, pelajar asal SMA Negeri 10 Depok, Reykal Adilla Firdaus juga mengungkapkan, Global Village Summer Peak merupakan acara festival budaya  pertama yang diikutinya. “Saat awal acara aku merasa kayak biasa aja, tapi ketika di pertengahan acara aku mulai merasakan keseruannya. Terutama pada pemuda-pelajar dari luar negeri yang sudah memperkenalkan budayanya ke kita, dan sesi penyampaian materi, serta lokakarya yang memberikan banyak pengetahuan” jelas Firdaus,  pada Sabtu (15/9). 

Terakhir, ia berharap kegiatan Global Village ke depannya dapat memperkenalkan lebih banyak budaya dari berbagai negara melalui keberagaman tradisi, sekaligus memperluas partisipasi masyarakat lokal agar mereka memperoleh wawasan dan pengalaman mengenai keberagaman antarbudaya.

Reporter: Irsal Nurvikriyansah
Editor: Adam Alfarraby

Previous post Mimpi Gugur di Gerbang PTN