Mahasiswa KIP Kuliah Terjebak Hedonisme

Mahasiswa KIP Kuliah Terjebak Hedonisme

Read Time:4 Minute, 2 Second
Mahasiswa KIP Kuliah Terjebak Hedonisme

Menurut KBBI hedonisme adalah pandangan yang mengutamakan kesenangan dan kenikmatan materi sebagai tujuan hidup. Jeremy Benthem seorang filsuf asal Inggris dalam buku l An Introduction to the Principles of Morals and Legislation,  mengartikan gaya hidup hedonisme adalah suatu dorongan individu untuk berperilaku dengan memegang prinsip kesenangan.  

Menurut penelitian Sabrina Erisa Aulia Sihotang, Mica Siar Meiriza, Siti Mardiah, Dwi Atika Zahara, dan Khairunnisa Umi Al Mas pada tahun 2023 bertajuk Pengaruh KIPK Terhadap Gaya Hidup Hedonisme Mahasiswa Universitas Negeri Medan 2023 menyatakan KIP Kuliah berkontribusi sebesar 24,2% terhadap kecenderungan hedonisme mahasiswa. Hal itu menunjukkan sebagian mahasiswa menggunakan dana beasiswa untuk kebutuhan konsumtif yang dipengaruhi faktor lingkungan dan pribadi.  Kartu Indonesia Pintar (KIP) Kuliah adalah program beasiswa pemerintah untuk mahasiswa kurang mampu yang memenuhi syarat

Hasil penelitian tersebut serupa dengan kasus yang terjadi di Universitas Negeri Sebelas Maret (UNS) Solo. Melansir dari MetroTVNews.com, Mahasiswa berinisial TKS yang menerima beasiswa KIP Kuliah lantaran berasal dari keluarga tidak mampu, dicabut beasiswanya karena viral sedang berada di klub malam. TKS terbukti melanggar Pasal 13 huruf b Peraturan Senat Akademik UNS Nomor 17 Tahun 2021 tentang Kode Etik Mahasiswa.

Pada Senin (8/12), Institut mewawancarai Muhammad Lutfi, dosen Ekonomi Syariah Universitas Islam Negeri (UIN) Syarif Hidayatullah Jakarta. Wawancara tersebut membahas pengaruh sifat hedonisme pada mahasiswa KIP Kuliah dan bagaimana cara mencegah sifat tersebut dalam perspektif Ekonomi Syariah.

Bagaimana fenomena mahasiswa KIP Kuliah yang menunjukkan sifat hedonisme? 

Hedonisme adalah gaya hidup yang fokus pada kesenangan duniawi, sifat hedonisme memprioritaskan kesenangan jangka pendek daripada tujuan panjang. Perilakunya mencakup menghabiskan uang berlebihan dengan mencari kesenangan berisiko dan mengabaikan tanggung jawab. Penerima KIP Kuliah yang terlibat hedonisme menunjukkan fenomena kesenjangan, antara harapan dan kenyataan. 

Faktor apa saja yang mendorong mahasiswa KIP Kuliah untuk bersikap hedonisme meskipun berasal dari latar belakang ekonomi terbatas?

Faktor pertama adalah pada gaya hidup dan popularitas. Mahasiswa memiliki tekanan untuk terlihat wah seperti memakai pakaian atau sepatu mahal, terutama jika dalam lingkungan pergaulan atas yang menciptakan tekanan sosial. 

Faktor kedua adalah media sosial dan budaya konsumtif. Keinginan menunjukkan status sosial meskipun tidak mampu, mereka memiliki hasrat ingin membuktikan status. Seperti halnya mengutip Harian Disway, laporan dari American Psychological Association menemukan bahwa pola pikir Gen Z hampir 85% terpengaruh dengan apa yang mereka lihat di sosial media, terutama konten yang menampilkan gaya hidup kreatornya.

Faktor ketiga yang mendorong mahasiswa KIP Kuliah bersifat hedonisme adalah minimnya literasi mahasiswa dalam memahami peraturan yang telah ditetapkan pada program KIP Kuliah. Selama menjadi mahasiswa KIP Kuliah, harusnya memahami dan melaksanakan edukasi peraturan yang sudah ditetapkan sejak awal.

Apakah lingkungan pergaulan dan tekanan sosial turut memengaruhi perilaku konsumtif mahasiswa penerima KIP Kuliah? 

Lingkungan pergaulan dan tekanan sosial memang berpengaruh. Banyak mahasiswa KIP Kuliah dengan gaya hidup hedonisme merasa perlu menyesuaikan diri dengan teman-temannya, salah satunya dengan memiliki barang tertentu sebagai simbol status. Selain itu, teman yang konsumtif bisa memengaruhi perilaku. Penerima KIP Kuliah mendapatkan tekanan dalam membandingkan diri dengan teman yang lebih mampu dan ingin diterima oleh kelompok sosial yang lebih tinggi.

Bagaimana dampak gaya hidup hedonisme ini terhadap fokus akademik dan integritas mahasiswa sebagai penerima bantuan pendidikan? 

Jika sifat hedonisme pada penerima KIP Kuliah terus berlanjut, tentu akan memiliki dampak negatif yang signifikan. Seperti dapat mengalihkan perhatian dari studi dan menurunkan motivasi. Akan semakin buruk jika hedonisme sampai ke ranah hukum yang mana dapat merusak integritas sebagai penerima beasiswa dan nama baik intuisi.

Apa pesan untuk mahasiswa KIP Kuliah agar lebih bijak dalam mengelola keuangan dan meningkatkan rasa tanggung jawab sebagai penerima beasiswa?

Pahami pedoman KIP Kuliah dan tujuannya yang telah ditetapkan. Sesuai Persesjen Kemendikbud Ristek Nomor 13 Tahun 2023, dilarang melakukan tindakan yang melanggar peraturan dan merugikan penerima KIP Kuliah atau negara. Penting untuk menyusun anggaran, prioritaskan kebutuhan, simpan dan investasikan sebagian, serta hindari berhutang sebisa mungkin.  

Lutfi merekomendasikan konsep pengelolaan keuangan yang terstruktur selama masa perkuliahan untuk mahasiswa KIP Kuliah atau mahasiswa umum. Konsep yang diterapkan adalah dengan beberapa urutan dan istilah. Jika ini dipraktikkan dengan baik, pasti bermanfaat. Terbukti dari mahasiswa saya yang mendapatkan manfaat seperti dapat membeli rumah, kuncinya konsisten.

Konsep yang dapat diterapkan dimulai dari pengelolaan uang bulanan atau Income dengan memisahkan pendapatan menjadi beberapa kategori. Terdapat tiga kategori utama. Pertama adalah Real Consumption, pengeluaran khusus untuk kebutuhan sehari-hari. Contohnya adalah biaya Uang Kuliah Tunggal (UKT), buku, biaya transportasi. Kedua adalah Speculation Consumption, untuk kebutuhan tidak terlalu penting, seperti pengeluaran untuk top up game. Ketiga adalah Prepare Consumption, untuk kebutuhan mendadak yang kemungkinan kecil pengeluarannya, seperti menjenguk teman yang sakit, donasi untuk bencana.

Dana yang tidak terpakai dari Prepare Consumption disimpan sebagai tabungan Saving, yang kemudian diinvestasikan Investation untuk meningkatkan nilai keuangan. Investation dibagi menjadi Business Investation untuk bisnis atau usaha, dan Skill Investation untuk meningkatkan kemampuan pribadi. Terakhir, hasil Investation dapat digunakan kedalam Social Responsibility, seperti zakat, wakaf, atau sedekah. 

Reporter: RPS
Editor: Ilham Hidayat Syamsudin

Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %
Tekanan Hustle Culture Pengaruhi Mental Mahasiswa Previous post Tekanan Hustle Culture Pengaruhi Mental Mahasiswa
Lagi-lagi Pelantikan Ormawa Tanpa DEMA dan SEMA Next post Lagi-lagi Pelantikan Ormawa Tanpa DEMA dan SEMA