Kenyataan Kelam di Balik Layar Lautan

Read Time:2 Minute, 28 Second

Judul Film: Seaspiracy

Tahun Rilis: 2021

Genre: Dokumenter

Durasi: 89 Menit

Sutradara: Ali Tabrizi

Skor: 8,1/10 (IMDb)

Seaspiracy adalah sebuah film dokumenter yang menceritakan tentang kelamnya industri perikanan global. Film ini dibuat dan dibintangi oleh Ali Tabrizi, seorang sutradara sekaligus aktivis konservatif dari Inggris. Sejak kecil Ali sudah terobsesi dengan lumba-lumba dan paus karena kerap menonton video-video dokumenter, yang pada akhirnya membawa Ali tuk membuat video dokumenter serupa.

Pada awalnya, Ali hanya menganggap kerusakan dan kepunahan kehidupan laut disebabkan oleh sampah plastik manusia yang jumlahnya ribuan ton per tahunnya. Namun, Ali menemukan fakta yang lebih mengerikan di mana terdapat salah satu Kota di Taiji, Jepang Selatan, yang memburu serta membantai paus dan lumba-lumba secara massal.

Ali menganggap perburuan dan pembantaian mamalia laut secara massal itu hanya terjadi dalam sejarah. Ali ingin memastikannya dengan mendatangi seorang aktivis yang sudah lama bergerak pada isu ini bernama Ric O’Barry. Dari pertemuannya dengan Ric, Ali menemukan bahwa pemerintah Jepang berusaha keras menutupi hal itu. 

Kemudian Ali berencana melakukan perjalanan ke Teluk Taiji dengan mengajak saudaranya yang bernama Lucy, untuk membuat proyek video dokumenter. Sesampainya di Taiji, kejadian tak mengenakan seakan menyambut kedatangan mereka, seorang polisi menyetop mobil sewaan Ali dan menanyakan tujuan Ali datang ke Taiji. 

Tidak jauh dari Taiji, Ali sampailah di sebuah pelabuhan ikan, Ali menemukan industri ikan tuna yang dimiliki oleh Perusahaan Mitsubishi, perusahaan itu menjual ikan tuna sirip biru yang terancam punah di dunia. Tidak hanya tuna, ikan hiu juga turut diambil siripnya yang kemudian akan dikirim ke wilayah Asia untuk dijadikan sup sirip hiu.

Setelah mendapat bukti tersebut, Ali bergegas menuju Hongkong untuk melihat sirip-sirip hiu diturunkan, dari sebuah kontainer dengan jumlah yang tak sedikit. Banyak toko dan restoran yang menjual sirip hiu secara bebas, Namun Ali tidak bebas mendokumentasikan itu karena Ali  kerap diusir dan mendapat pengancaman dari para pedagang

Ali dan Lucy melakukan perjalanan terakhirnya ke Hvannasund, Kepulauan Faroe Denmark, di sana mereka melihat langsung perburuan paus tradisional—Grind. Film di akhiri dengan tokoh utama—Ali yang mengatakan bahwa dirinya akan berhenti memakan makanan laut demi melindungi laut dan kehidupan di dalamnya.

Secara keseluruhan Seaspiracy menggambarkan tentang keserakahan manusia dalam mendapatkan sesuatu. Manusia menghalalkan segala cara demi mendapat keuntungan sebanyak-banyaknya. Ada beberapa wawancara narasumber juga yang ditampilkan dalam film ini sehingga penonton mendapat pengetahuan yang lebih komprehensif.

Film ini mengajak penontonnya untuk lebih peduli terhadap lingkungan dan ekosistem kehidupan. Narasi dan pembawaan Ali serta video yang mendukung, membuat film ini mudah untuk dimengerti dan membuat penonton terbawa suasana di dalamnya.

Sayangnya film ini sedikit mempertontonkan cuplikan-cuplikan video kekerasan, perbudakan, dan darah dari hewan yang dieksploitasi, sehingga bagi penonton yang masih dibawah umur, dibutuhkan pengawasan orang dewasa jika ingin menonton film dokumenter ini.

Seaspiracy diakuisisi oleh Netflix pada tahun 2020, dan dirilis di platform tersebut pada tahun 2021 lalu. Seaspiracy sendiri berhasil memenangkan penghargaan PETA’s Oscat di tahun 2022 untuk kategori film terbaik.

Penulis: BD

Editor: Ken Devina

Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %
Previous post Tak Optimal OPAC Pusat Perpustakaan UIN Jakarta 
Next post Tebar Janji, Redakan Aksi