
Di tengah ketidakpastian ekonomi, Magdalene menginformasikan acara bertajuk berbagibeban guna mengupas strategi perencanaan keuangan untuk lajang.
Menjawab persoalan ekonomi yang semakin kompleks, terkhusus bagi generasi muda, Magdalene mengadakan acara bertajuk “#BerbagiBeban” pada Sabtu (25/4) di JP Live Space The Jakarta Post Building, Palmerah, Jakarta Barat dengan tema “Flying Solo: Bagaimana Manajemen Keuangan di Ekonomi Saat Ini sebagai Single”. Acara ini menghadirkan narasumber dari pendiri Daya Uang, Metta Anggriani untuk membahas strategi mengatur keuangan untuk lajang di situasi ekonomi saat ini. Rangkaian acara terdiri dari sesi berbagi pikiran, pemaparan materi, serta berbagi harapan.
Diskusi bermula dengan sesi berbagi keresahan dengan tujuan agar para peserta dapat saling bertukar cerita dan pengalaman seputar beban ekonomi yang pernah mereka lalui. Cerita dan pengalaman tersebut kemudian menjadi pembuka untuk membedah strategi manajemen keuangan bagi para lajang dan sandwich generation.
Metta menjelaskan bahwa pemahaman perencanaan keuangan merupakan salah satu ilmu penting yang wajib dalam menghadapi ketidakpastian hidup. Ia menjelaskan bahwasannya kunci utama dalam melakukan manajemen keuangan adalah dengan mengatur alur kas (cash flow) pribadi.
Lebih lanjut, Metta menjelaskan juga terdapat tantangan generasi muda saat ini terkhusus lajang dalam mengelola keuangan. Ia menjelaskan era keterbukaan informasi dapat mempengaruhi keputusan seseorang dalam mengambil keputusan. Keterbukaan informasi melalui media sosial turut memengaruhi tindakan seseorang untuk melakukan tindakan dalam berbelanja .
“Keterbukaan informasi juga mempengaruhi kita dalam mengambil keputusan dan menjadi tantangan bagi generasi muda terkhusus single saat ini. Medsos menambah referensi belanja kita sehingga dapat menimbulkan impulsive buying. Sehingga generasi muda saat ini merasa tertinggal jika nggak ikut tren sekarang,” katanya.
Mengatasi permasalahan tersebut, Metta menekankan pentingnya kemampuan seseorang dalam membuat skala prioritas. Selain itu, ia menyampaikan mengelola uang merupakan salah satu keterampilan dasar untuk menghadapi permasalahan tersebut. Ia berpesan untuk selalu melakukan perencanaan keuangan dan
“Kunci utama mengatasi impulsive buying itu kita dapat membedakan mana kebutuhan dengan keinginan. Perencanaan keuangan itu cara kita bertahan hidup. Masalah cash flow merupakan masalah utama. Mengelola keuangan secara dasar itu dimulai dari mengatur cash flow. Sebisa mungkin pengeluaran jangan sampai lebih besar dari pendapatan,” ujarnya.
Setelah pemaparan materi, acara dilanjutkan dengan sesi tanya jawab untuk peserta. Lalu, acara dilanjutkan dengan sesi berbagi kesan dan refleksi terhadap materi yang disampaikan.
Neqy, salah satu panitia menjelaskan kegiatan berbagi beban ini merupakan salah satu bentuk kampanye kesetaraan peran gender di tengah ketidakpastian ekonomi dalam melakukan kegiatan sosial. “Kegiatan berbagi beban ini kita pengen jelasin bahwa in this economy udah gak relevan lagi dalam berbagi peran yang menyekat-nyekat gender,” ujar Neqy selaku panitia acara #BerbagiBeban.
Reporter: AA
Editor: Rifki Kurniawan
