Potret Ragam Kehidupan Pesisir

Potret Ragam Kehidupan Pesisir

Read Time:2 Minute, 47 Second
Potret Ragam Kehidupan Pesisir

UKM KMF Kalacitra kembali mengadakan Kalacitra Festival (Kalafest) yang bertajuk “Nusanara”. Pameran foto yang jadi rangkaian acara tersebut menghadirkan foto tentang kondisi lingkungan serta perairan di Kepulauan Seribu. 


Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Komunitas Mahasiswa Fotografi (KMF) Kalacitra melaksanakan Kalacitra Festival (Kalafest) pada 11–18 September 2025 di Aula Student Center (SC) Universitas Islam Negeri (UIN) Syarif Hidayatullah Jakarta. Kalafest yang mengusung tema “Nusanara” itu terdiri dari rangkaian kegiatan pameran foto, seminar fotografi, perayaan milad KMF Kalacitra ke-24, haul alm. Kristanto–salah satu pendiri Kalacitra, serta panggung hiburan. Foto-foto yang dipamerkan dalam acara tersebut, merupakan hasil ekspedisi di Kepulauan Seribu.

Muhammad Rizal, Ketua Pelaksana Kalafest menyatakan, tujuan utama Kalafest adalah untuk menghidupkan kembali semangat berkarya anggota Kalacitra. “Ide utamanya untuk menyemangati teman-teman Kalacitra agar terus berkarya, supaya karya mereka tidak di Ciputat saja, tetapi juga bisa menambah pengalaman dan wawasan baru,” ucap Rizal, Selasa (16/9).

Proses ekspedisi di Kepulauan Seribu bukan tanpa tantangan, Rizal menjelaskan bahwa mereka harus terlebih dahulu melaksanakan beberapa tahapan, salah satunya meminta izin kepada RT atau RW serta masyarakat setempat. Untuk tempat tinggal, tim dari Kalacitra memanfaatkan jaringan pertemanan. 

“Kebetulan ada temen saya dari Pulau Pramuka, jadi kami menginap di rumahnya. Kalau di pulau lain, biasanya kami ngecamp. Untuk perlengkapanya seperti naik gunung, kami bawa perlengkapan sendiri, termasuk kompor dan masak bersama,” ujarnya.

Katanya, ekspedisi tersebut membutuhkan waktu yang cukup lama. Setiap kali datang ke salah satu pulau, tim Kalacitra bisa menghabiskan waktu dua hingga tiga malam.

Rizal menambahkan, alasan memilih Kepulauan Seribu bukan hanya karena keindahan alamnya, tetapi ingin menunjukkan sisi lain Kepulauan Seribu yang jarang tersorot. “Selama ini kita tahu Kepulauan Seribu hanya sebagai tempat wisata, padahal ada kehidupan nyata masyarakat di sana, mulai dari mata pencaharian hingga isu lingkungan,” ungkapnya.

Salah satu yang jadi perhatian adalah kondisi perairan di Kepulauan Seribu. Katanya, warna laut di daerah pesisir pantai terlihat gelap, bahkan cenderung hitam dan hijau.  Beda halnya ketika masuk lebih dalam, air lautnya berwarna biru dan bersih. “Itulah jadi salah satu alasan kenapa kami ingin mengangkat isu ini melalui foto,” ujarnya.

Selain itu, kondisi cuaca juga menjadi tantangan tersendiri saat melakukan ekspedisi di Kepulauan Seribu. Rizal menceritakan, ombak besar akibat angin timur sempat menghambat pelayaran kapal yang disubsidi pemerintah. “Akhirnya harus naik kapal tradisional milik masyarakat. Harga tiketnya lebih mahal daripada kapal subsidi pemerintah, tapi itu satu-satunya pilihan,” ungkapnya. 

Rizal berharap festival tersebut mampu menghadirkan pengalaman baru bagi pengunjung. Ia juga berkeinginan agar kegiatan tersebut terus berlanjut, terutama bagi Kalacitra. “Semoga ini bukan yang terakhir. Karya-karya ini semoga memberikan pengalaman baru bagi pengunjung yang belum pernah ke Kepulauan Seribu. Setidaknya lewat foto, mereka bisa merasakan bagaimana kehidupan di sana,” tuturnya.

Almaz, mahasiswi Fakultas Ushuluddin yang mengunjungi Kalafest mengungkapkan kekagumannya terhadap acara tersebut. Menurutnya, isu yang dibawa dalam pameran itu sangat menarik dan akan bermanfaat untuk  masa yang akan datang. “Saat ini melihat foto bukan dari bagus atau jeleknya, tapi (juga) manfaat foto untuk portofolio fotografernya di masa depan,” katanya, Selasa (16/9). 

Ia juga memberikan apresiasi untuk para kurator foto dalam pameran itu. Menurutnya tidak semua orang mampu menilai foto yang dapat menarik perhatian mahasiswa. “Saya mengapresiasi para kurator yang sudah memilih foto dalam pameran ini, karena ini bukan hal yang mudah untuk menarik perhatian mahasiswa,” pungkasnya. 

Reporter : Muhammad Firda Hasan, Ilham Hidayat
Editor : Muhammad Arifin Ilham

Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %
Belum Sepenuhnya Dikabulkan DPR Previous post Belum Sepenuhnya Dikabulkan DPR
Keluh Kesah Kondisi PU Lama Next post Keluh Kesah Kondisi PU Lama