Minim Prestasi Di balik Singgasana Dema

Minim Prestasi Di balik Singgasana Dema

Read Time:3 Minute, 14 Second

Minim Prestasi Di balik Singgasana Dema

Stigma negatif Dema sebagai organisasi kemahasiswaan yang minim prestasi perlu dibenahi. Dema-U UIN Jakarta pun berjanji akan berbenah  dan melakukan perubahan.


Sebagai salah satu organisasi kemahasiswaan, Dewan Eksekutif Mahasiswa (Dema) mencerminkan kepemimpinan mahasiswa.  Namun, buruknya reputasi Dema menjadi persoalan lama. Menurut pemaparan Kasi Kemahasiswaan Pendidikan Tinggi Keagamaan Islam Ruchman Basori, Dema dianggap sebagai organisasi yang susah diatur dan minim prestasi.  

Berkenaan dengan hal itu, Ruchman juga mengungkapkan keprihatinannya dengan kondisi Dema sekarang. Menurutnya, di beberapa kampus Dema kurang mendapatkan perhatian dari pihak kampus. Dalam akreditasi misalnya, mahasiswa hanya dinilai dari piagam, sertifikat dan medali. Sedangkan, faktor kepemimpinan tidak masuk dalam penilaian. Oleh karena itu, agar posisi Dema di kampus menjadi kuat, perlu adanya revitalisasi Dema. “Kita perlu merevitalisasi Dema,” tutur Ruchman Basori pada Senin, (11/3).

Berdasarkan Peraturan Direktur Jenderal Pendidikan Islam (Dirjen Pendis) Nomor 4961 Tahun 2016 Tentang Pedoman Umum Organisasi Kemahasiswaan Pada Pendidikan Tinggi Keagamaan Islam (PTKI), Dema adalah organisasi yang berkewajiban untuk melaksanakan ketetapan Senat Mahasiswa (Sema). Dalam artian, Dema sebagai organisasi eksekutif mahasiswa di tingkat PTKI.

Dilihat dari fungsinya, Dema menjadi pelaksana program organisasi kemahasiswaan. Selain itu, Dema menjadi lembaga yang mengkordinasikan dan menginstruksikan pelaksanaan kegiatan kemahasiswaan di tingkat PTKI. Serta memberikan instruksi kepada Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) dan Unit Kegiatan Khusus dalam rangka pelaksanaan kegiatan-kegiatan kemahasiswaan di tingkat PTKI.
Sedangkan tugas dari Dema sesuai dengan Peraturan Dirjen Pendis di antaranya menjabarkan dan melaksanakan program organisasi dan ketetapan Sema lainnya dalam bentuk program kerja. Selain itu, mengomunikasikan dan menginformasikan kegiatan kemahasiswaan di tingkat PTKI. Terakhir, fungsi Dema adalah melaksanakan koordinasi dan sinkronisasi kegiatan kemahasiswaan.

Melalui sistem baru Elektronik Musyawarah Mahasiswa  (el-Musyma) Universitas Islam Negeri (UIN) Syarif Hidayatullah Jakarta resmi menghelat pemilihan Pimpinan Dema Universitas (Dema-U), Selasa (19/3).  Dari sistem el-Musyma tersebut, Sultan Rivandi serta Riski Ari Wibowo terpilih sebagai Ketua dan Wakil Dema-U 2019.

Segudang persoalan menanti kepemimpinan baru Dema-U UIN Jakarta, stigma negatif Dema sebagai organisasi kemahasiswaan yang minim prestasi perlu segera dibenahi. Kaitannya dengan hal tersebut, Sultan selaku Ketua Dema-U terpilih menawarkan tiga visi solusi. Demokratis, intelektual, dan berkarakter Islami menjadi landasan visi utama Dema-U kali ini.     

Demi mewujudkan ketiga visi tersebut, Dema-U membuka ruang bagi mahasiswa untuk berkoordinasi, terlibat, dan berkontribusi langsung dalam pelbagai kegiatan. Selain itu, Dema-U berperan dalam memperjuangkan hak-hak mahasiswa, serta membentuk corak keilmuwan yang berkarakter bagi mahasiswa melalui pelbagai forum diskusi.
 Di bawah kepemimpinan Sultan, Dema-U juga ingin menerapkan ajaran Islam yang bersifat lebih substansial, seperti ajaran agama tentang hidup bersih dan sehat. Dema-U kedepannya akan mengkampanyekan untuk tetap menjaga kebersihan dan mengurangi sampah seperti sampah plastik, sterofoam dan lain-lain. “Karakter Islami itu yang akan kita terapkan ke arah yang sifatnya substansial,” ujar Sultan, Pada Senin (8/4).

Mahasiswa Pendidikan Bahasa Arab, Sibghoturrahman Saifullah turut angkat bicara mengenai tugas dan kinerja Dema-U. Saifullah menyatakan peran Dema-U sebagai organisasi mahasiswa yang menjalankan peran eksekutif di kampus. Ada pun Program Dema-U priode 2018 yang pernah ia ikuti berupa seminar dan diskusi. “Program Dema masih ada yang kurang dari segi memberi wawasan keilmuwan bagi mahasiswa” ucapnya pada Senin (13/4).

Mahasiswa lain, Hero Ryaldy N. Langlang Buana dari Jurusan Hukum Ekonomi Syariah mengutarakan pendapatnya tentang Dema-U. Menurutnya, tugas Dema-U sebagai penampung aspirasi mahasiswa. Hero berharap untuk Dema-U periode 2019 agar dapat merealisasikan program-program yang sudah direncanakan serta merangkul mahasiswa yang berpotensi. “Bagi mahasiwa yang berpotensi disinergikan dan diajak kerjasama untuk membangun UIN,” katanya pada Senin (13/4).

Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan, Masri Mansoer berpesan agar pimpinan Dema-U menampung aspirasi dan kebutuhan mahasiswa dalam bentuk kegiatan-kegiatan yang bermanfaat. Masri juga berharap agar Pimpinan Dema-U segera menyusun struktur kepengurusan dan melaksanakan rapat kerja (Raker). “Segera disusun kepengurusannya dan harus cepat melaksanakan Raker serta melaksanakan kegiatan yang bermanfaat bagi mahasiswa,” pungkasnya, pada senin (15/4).

IKA TITI HIDAYATI

About Post Author

LPM Institut

Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %

Average Rating

5 Star
0%
4 Star
0%
3 Star
0%
2 Star
0%
1 Star
0%

Tinggalkan Balasan

Kematian Bersungkup Estetika Previous post Kematian Bersungkup Estetika
Belajar Makna Kehidupan dari Komunitas Punk Next post Belajar Makna Kehidupan dari Komunitas Punk