hitta mer om 55Bet Sport
utforska 55Bet Bet
find det rigtige dansk casino idealiskt för 1Bet Casino utforska casino bonus perfekt för 10Euro direkte link til nye casinoer
spil nu hos https://www.pipcasino.nu
Pip Bet
https://www.spinju1.se
spinjam1.se
geprüft und genehmigt Hamburg friskt indhold om spilleautomater trovärdig info om slots
online casino
今すぐ RoyalXO 日本
start hos Vegas Casino
https://www.vbetcasino.nu
friskt indhold om VBet >

Syiah dan Ahmadiyah bukan Penodaan Agama

Kekerasan terhadap minoritas agama di Indonesia, Ahmadiyah dan Syiah terus terjadi. Tempo lalu, pengikut Syiah diusir dari tempat tinggalnya, Sampang, Jawa Timur. Tak jauh berbeda, jemaat Ahmadiyah pun sering mendapat serangan. Tak jarang tempat ibadah mereka dihancurkan. Kekerasan terjadi karena Syiah dan Ahmadiyah dicap sebagai penoda agama.
Menurut Direktur Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Jakarta Febi Yoneza, Ahmadiyah dan Syiah hanya merupakan perbedaan tafsir agama. Tidak dapat dikategorikan sebagai penodaan agama.
 “Apa yang disebut penodaan agama itu lebih pada syiar kebencian dan mengencingi kitab suci. Bukan perbedaan pandangan,” ujarnya dalam Seminar Nasional Syiah dan Ahmadiyah dalam perspektif HAM: Usaha Perlindungan Hak Minoritas di Indonesia. Kamis (14/11).
Dalam seminar yang diadakan Himpunan Mahasiswa Program Studi Ilmu Hukum, Febi menegaskan, siapapun yang memandang Ahmadiyah dan Syiah sebagai penodaan agama merupakan kriminalisasi keyakinan dan keberagamaan. Selain itu, memaksa seseorang untuk pindah keyakinan dan melakukan tindakan anarkis terhadap jemaat lain dapat dikategorikan sebagai pelanggaran HAM berat.
Febi menegaskan, kebebasan berfikir, berserikat, mengeluarkan pendapat, berkeyakinan dan beragama adalah hak setiap individu. Tidak ada yang boleh mengintervesi. “Seseorang  beragama atau tidak harus dihargai dan dihormati. Tidak boleh dipaksa,” ucapnya.
Senada dengan Febi, salah satu anggota Ahlul Bait Indonesia Abdullah menegaskan, Syiah bukan penodaan agama. Kelompok Syiah tetap percaya pada satu Tuhan, yakni Allah. Meskipun ada beberapa pendangan yang berbeda, Abdullah mewajarkan hal tersebut. “Setiap orang lahir dengan isi kepala yang berbeda. Tentu menghasilkan pemikiran yang berbeda pula,” tuturnya.
Selain itu, Abdullah menghimbau agar mahasiswa yang notabene berwawasan luas tidak mudah melabelkan kafir, sesat, ahli neraka, dan sejenisnya pada individu atau kelompok agama. selain itu, mahasiswa diharapkan lebih bijak lagi dalam memahami pemberitaan yang ada.
“Saya optimis, kami, para jamaat Ahmadiyah dan Syiah bisa hidup berdampingan dengan masyarakat lainnya. Saya yakin suatu saat nanti masyarakat Indonesia bisa saling menghargai dan menghormati perbedaan,” ucap Zafrullah Ahmad, salah satu anggota Ahmadiyah. (Rohim Al-ayubbi)

Tinggalkan Balasan

Previous post Realisasi Ekonomi Islam Masih Terhambat
Next post Perisai Diri Bukan Ajang untuk Membunuh

nye casinoer

alt du har brug for vegascasino.nu

https://unlimitcasino.nu

インスピレーション royalxo.jp

ライセンスカジノ
casino beoordelingen Nederlands casino
gratis snurr spelautomater
noggrant valt https://slotzycasino.se
www.slotzycasino.se
senest opdateret dansk casino
missa inte spinjam1.se/

månadens bästa casino bonus

casino bonus

bedst lige nu 20 Bet Casino

slots

55-bet.nu