Kekuasaan dan Kekeliruan Dalam Sejarah

Read Time:3 Minute, 11 Second
Judul Buku                          : Ibn Khaldun Biografi Intelektual dan Pemikiran Sang Pelopor Sosiologi
Penulis                                 : Syed Farid Alatas
Penerjemah                          : Isma Soekoto dan Ahmad Baiquni
Cetakan Petama                   : 1 Januari 2017
Penerbit                               : Mizan
Tebal                                    : 201 Halaman


Ibnu Khaldun membangun suatu pemikiran tentang teori sosial masyarakat. Salah satu jenis ilmu baru pun lahir yang kemudian Ibnu Khaldun menyebutnya sebagai ilmu masyarakat-manusia atau ilmu organisasi-sosial manusia atau dalam perkembangan menjadi ilmu sosiologi pada saat ini. Ibnu Khaldun seorang sarjana muslim yang terkemuka pada masa pra-modern.
Selama berabad-abad ilmu sosiologi sedikit mendapat perhatian dari sarjana muslim. Namun, mulai abad ke-19 di Barat banyak pemikir yang menganggap Ibnu Khaldun sebagai pelopor sosiologi. Hal ini lantaran adanya mazhab Khaldunian yang berkembang di bawah naungan Otonom Turki kemudian memperkenalkan sosiologi di Barat.
Ilmu sosiologi yang digagas oleh Ibnu Khaldun berhubungan dengan terbentuknya suatu kerajaan atau dinasti. Sifat alami manusia yang tidak bisa dipisahkan dengan organisasi sosial (bekerja sama) berdampak dengan munculnya keinginan berkuasa. Kebutuhan kekuasaan dan otoritas ini disebut Ibnu Khaldun sebagai kebutuhan akan Kerajaan (Mulk).
Dalam teori Ibnu Khaldun tentang pembentukan suatu negara dan kemundurannya bahwa kelompok sosial dengan solidaritas yang kuat dapat mengalahkan bahkan mendominasi aturan terhadap kelompok yang punya ikatan lemah. Ibnu Khaldun membagi organisasi sosial antara suku pedalaman dengan suku perkotaan. Ini terbagi berdasarkan ikatan kelompok, area perkotaan sering kali ikatan kelompoknya menurun ketimbang dengan suku-suku perdesaan.
Ibnu Khaldun ini memiliki nama lengkap ‘Abd al-Rahman bin Muhammad bin Muhammad bin al-Hassan Khaldun. Ia menulis tentang pelbagai pembahasan yang menyangkut ilmu kemasyarakatan. Ia mengawali pemikirannya dalam buku Muqaddimah perihal penulisan sejarah pada abad tersebut. Sejarah merupakan informasi tentang masyarakat-manusia yang identik dengan keadaan-keadaan peradaban dunia.
Tumbuh dan berkembang di Tunisia pada abad ke-13, Ibnu Khaldun belajar dengan para guru dan sarjana yang tinggal di Tunisia. Ibnu Khaldun menggagas tentang perkembangan penulisan sejarah yang menurutnya terdapat beberapa kesalahan dalam penulisan sejarah. Menurutnya keberpihakan seorang penulis sejarah terhadap pendapat atau aliran tertentu menyebabkan tersebarnya informasi yang tak berimbang. Bahkan terlalu percaya pada penyampai informasi juga menjadi salah satu kesalahan penulis sejarah. Menurut Ibnu Khaldun sering kali penulis sejarah melewatkan verifikasi terhadap informasi yang diterimanya.
Selain itu Ibnu Khaldun juga membahas dalam Muqaddimah masalah pendidikan, pedagogi serta ilmu pengetahuan. Ibnu Khaldun berpandangan tentang metode pengajaran dan pembelajaran yang baik itu terpenting adalah adanya hubungan antara murid dan guru. Hubungan yang terjalin dapat menghasilkan pengetahuan serta karakter yang baik akan muncul dalam diri sang murid.
Buku Ibnu Khaldun Biografi Intelektual dan Pemikiran Sang Pelopor Sosiologi ditulis oleh Syed Farid Alatas salah seorang Profesor Sosiologi di National University of Singapore. Buku yang menceritakan pelbagai hal tentang gagasan-gagasan Ibnu Khaldun.Teori demi teori tentang ilmu sosiologi dijelaskan dalam buku ini. Teori kebangkitan dan kebangkrutan negara menjadi fokus utama dalam buku tersebut. Selain itu, pengarang mengulas tentang Ibnu Khaldun yang diterima oleh dunia Barat ataupun Timur dalam pembahasan khusus.

Si penulis tidak menjelaskan secara tuntas tentang pemikiran-pemikiran Ibnu Khaldun di dalam buku ini. Teori tentang negara dan masyarakat yang menurut Ibnu Khaldun lebih luas pembahasannya menjadi sempit karena buku ini hanya memuat kerangka dasar terkait ilmu tersebut. Apalagi biografi tentang Ibnu Khaldun tidak termuat secara detail di bab pertama.



HS

About Post Author

LPM Institut

Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %

Average Rating

5 Star
0%
4 Star
0%
3 Star
0%
2 Star
0%
1 Star
0%

Tinggalkan Balasan

Previous post Tumbuhkan Kepedulian Untuk Rohingya
Next post Mahasiswa Tuntut Perdamaian Rohingya